Jasa Under Name

Info Detail Under Name Service

Kontak

Jasa Undername Export – Import – adalah Perusahaan yang menyediakan atau menyewakan Izin Resmi Export – Import yang sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk kegiatan membeli atau memasukan barang dari dan ke Luar Negeri kepada Pihak yang belum mempunyai Izin, seperti Nomor Induk Kepabeanan ( NIK ) dan ( API ) Angka Pengenal Import dll, agar Barang bisa masuk ke dalam Wilayah Kepabeanan Indonesia. Dalam artian, Perusahaan Penyewa / Pemilik Lisensi hanya berperan sebagai pemberi Nama / Bendera saja, sedangkan pelaku bisnisnya adalah perusahaan lain atau pemakai Jasa Undername.
Dalam hal ini, Pihak PT. SEANTAR TRI KARGO menawarkan Jasa Undername seperti keterangan di atas kepada Pihak – Pihak yang ingin bekerja sama atau yang membutuhkan Jasa tersebut untuk kegiatan Export – Import anda.
Untuk itu, Pihak PT. SEANTAR TRI KARGO akan tetap membantu jalan nya proses pengurusan Jasa Undername seperti arahan resmi di bawah ini.

Proses dan Prosedur Pengiriman Barang Undername.

Perusahaan Penyewa Nama / Izin Export – Import { pihak PT. SEANTAR TRI KARGO } akan memberitahukan kepada pihak Seller – Supplier – Shipper di luar negeri tentang status pihak yang akan menyewa Nama / Bendera. Jika pihak Supplier menyatakan setuju, pihak penyewa Jasa Undername juga harus mengkonfirmasi soal kelengkapan Dokumen pengiriman seperti.. Packing List, Invoice, Bill of Lading { jika via udara } kepada pihak Perusahaan Undername untuk proses Importasi.

Jika semua persyaratan yang dibutuhkan sudah lengkap, maka proses pengiriman barang pun sudah bisa dilakukan.
Setelah barang diterima di pelabuhan tujuan, pihak Freight Forwarder sepenuhnya mengurus Dokumen untuk Customs Clearance melalui sistem Electronic Data Interchange (EDI). Sistem ini mengharuskan agen Forwarder untuk membayar Bea masuk ke Bank dan selanjutnya melakukan pemberitahuan Pabean tentang Importasinya ke Bea Cukai dengan dilampiri semua Dokumen – Dokumen pendukung tersebut.

Ada 3 kemungkinan proses / jalur pengeluaran barang yang akan dilalui oleh Perusahaan.
Sinyal Jalur Hijau, yang artinya, Barang – Barang kiriman yang telah masuk dapat langsung dikeluarkan dari Kawasan Pabean setelah seluruh Dokumen – Dokumen pendukung lengkap dan selesai diperiksa.
Sinyal Jalur Merah, yang artinya, Barang – Barang kiriman yang sudah masuk harus diperiksa dahulu secara fisik oleh pihak Bea Cukai. Namun setelah pemeriksaan yang dilakukan selesai dan tak bermasalah, Barang diperbolehkan untuk dikeluarkan dari Kawasan Pabean.

Sinyal Jalur Kuning, yang artinya, pada saat proses pengeluaran Barang memerlukan Dokumen tambahan tertentu ( disesuaikan dengan jenis Barang). Setelah dapat persetujuan, maka Barang – Barang siap untuk diangkut dengan pengantar Dokumen SPPB (Surat Perintah Pengeluaran Barang). Setelah proses pengeluaran Barang sukses, semua Dokumen seperti Slip Pembayaran Bea Masuk, Bill of Lading atau Air Way Bill, dll diserahkan Freight Forwarder ke Perusahaan Undername, sedangkan lembar copian nya diserahkan ke Peminjam Nama / Bendera Perusahaan tersebut.